Lirik Lagu Geisha - Pergi Saja terima kasih tuk luka yang kau beri ku tak percaya kau tlah begini dulu kau menjadi malaikat di hati sampai hati kau telah pergi berkali-kali kau katakan sendiri kini ku tlah benci, cintaku telah pergi pergi saja kau pergi, tak usah kembali percuma saja kini hanya mengundang perih cukup tahu ku dirimu, cukup sakit ku rasakan kini berkali-kali kau katakan sendiri kini ku tlah benci, cintaku telah pergi pergi saja kau pergi, tak usah kembali percuma saja kini hanya mengundang perih buang saja kau buang cinta yang kemarin perasaan tak mungkin percayamu lagi cukup tahu ku dirimu, cukup sakit ku rasakan kini pergi saja kau pergi, tak usah kembali percuma saja kini hanya mengundang perih buang saja kau buang cinta yang kemarin ooo percayamu lagi tingalkan saja diriku, semua kan percuma cukup tahu ku dirimu, cukup sakit ku rasakan kini

Rabu, 04 September 2013

Jumlah dan Nama nama Istri Nabi Muhammad SAW

Jumlah istri Rasulullah yang lebih dari 1 membawa hikmah yang sangat mendalam di masa kini yaitu semakin banyaknya sumber-sumber ajaran Islam terutama yang berkaitan dengan fiqih wanita, karena memang dari sanalah umumnya pelajaran Rasulullah SAW tentang wanita itu berasal. Seandainya Rasulullah SAW hanya beristrikan satu orang saja, maka kajian fiqih wanita sekarang ini akan menjadi sangat sempit karena sumbernya terbatas hanya dari satu orang. Dengan beristri sampai 11 orang, maka sumber itu menjadi cukup banyak. Maka purnalah Islam sebagai agama yang syamil mutakamil.
Berikut adalah nama nama dan alasan alasan beliau memperistri :
1. Khodijah binti Khuwailid RA,ia dinikahi oleh Rasulullah SAW di Mekkah ketika usia beliau 25 tahun dan Khodijah 40 tahun. Dari pernikahnnya dengan Khodijah Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki-laki dan perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau meninggal. Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Rasulullah SAW tidak menikah dengan wanita lain selama Khodijah masih hidup.
2. Saudah binti Zam?ah RA, dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan Syawwal tahun kesepuluh dari kenabian beberapa hari setelah wafatnya Khodijah. Ia adalah seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya yang bernama As-Sakron bin Amr.
3. Aisyah binti Abu Bakar RA, dinikahi oleh Rasulullah SAW bulan Syawal tahun kesebelas dari kenabian, setahun setelah beliau menikahi Saudah atau dua tahun dan lima bulan sebelum Hijrah. Ia dinikahi ketika berusia 6 tahun dan tinggal serumah di bulan Syawwal 6 bulan setelah hijrah pada saat usia beliau 9 tahun. Ia adalah seorang gadis dan Rasulullah SAW tidak pernah menikahi seorang gadis selain Aisyah.
Dengan menikahi Aisyah, maka hubungan beliau dengan Abu Bakar menjadi sangat kuat dan mereka memiliki ikatan emosional yang khusus. Posisi Abu Bakar sendiri sangat pending dalam dakwah Rasulullah SAW baik selama beliau masih hidup dan setelah wafat. Abu Bakar adalah khalifah Rasulullah yang pertama yang di bawahnya semua bentuk perpecahan menjadi sirna.
Selain itu Aisyah ra adalah sosok wanita yang cerdas dan memiliki ilmu yang sangat tinggi dimana begitu banyak ajaran Islam terutama masalah rumah tangga dan urusan wanita yang sumbernya berasal dari sosok ibunda muslimin ini.
4. Hafsoh binti Umar bin Al-Khotob RA, beliau ditinggal mati oleh suaminya Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, kemudian dinikahi oleh Rasulullah SAW pada tahun ketiga Hijriyah. Beliau menikahinya untuk menghormati bapaknya Umar bin Al-Khotob.
Dengan menikahi hafshah putri Umar, maka hubungan emosional antara Rasulullah SAW dengan Umar menjadi sedemikian akrab, kuat dan tak tergoyahkan. Tidak heran karena Umar memiliki pernanan sangant penting dalam dakwah baik ketika fajar Islam baru mulai merekah maupun saat perluasan Islam ke tiga peradaban besar dunia. Di tangan Umar, Islam berhasil membuktikan hampir semua kabar gembira di masa Rasulullah SAW bahwa Islam akan mengalahkan semua agama di dunia.
5. Zainab binti Khuzaimah RA, dari Bani Hilal bin Amir bin Sho?sho?ah dan dikenal sebagai Ummul Masakin karena ia sangat menyayangi mereka. Sebelumnya ia bersuamikan Abdulloh bin Jahsy akan tetapi suaminya syahid di Uhud, kemudian Rasulullah SAW menikahinya pada tahun keempat Hijriyyah. Ia meninggal dua atau tiga bulan setelah pernikahannya dengan Rasulullah SAW .
6. Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah RA, sebelumnya menikah dengan Abu salamah, akan tetapi suaminya tersebut meninggal di bulan Jumada Akhir tahun 4 Hijriyah dengan menngalkan dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Ia dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan Syawwal di tahun yang sama.
Alasan beliau menikahinya adalah untuk menghormati Ummu Salamah dan memelihara anak-anak yatim tersebut.
7. Zainab binti Jahsyi bin Royab RA, dari Bani Asad bin Khuzaimah dan merupakan puteri bibi Rasulullah SAW. Sebelumnya ia menikahi dengan Zaid bin Harits kemudian diceraikan oleh suaminya tersebut. Ia dinikahi oleh Rasulullah SAW di bulan Dzul Qo?dah tahun kelima dari Hijrah.
Pernikahan tersebut adalah atas perintah Alloh SWT untuk menghapus kebiasaan Jahiliyah dalam hal pengangkatan anak dan juga menghapus segala konskuensi pengangkatan anak tersebut.
8. Juwairiyah binti Al-Harits RA, pemimpin Bani Mustholiq dari Khuza?ah. Ia merupakan tawanan perang yang sahamnya dimiliki oleh Tsabit bin Qais bin Syimas, kemudian ditebus oleh Rasulullah SAW dan dinikahi oleh beliau pada bulan Sya?ban tahun ke 6 Hijrah.
Alasan beliau menikahinya adalah untuk menghormatinya dan meraih simpati dari kabilhnya (karena ia adalah anak pemimpin kabilah tersebut) dan membebaskan tawanan perang.
9. Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan RA, sebelumnya ia dinikahi oleh Ubaidillah bin Jahsy dan hijrah bersamanya ke Habsyah. Suaminya tersebut murtad dan menjadi nashroni dan meninggal di sana. Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap agamanya. Ketika Rasulullah SAW mengirim Amr bin Umayyah Adh-Dhomari untuk menyampaikan surat kepada raja Najasy pada bulan Muharrom tahun 7 Hijrah. Nabi mengkhitbah Ummu Habibah melalu raja tersebut dan dinikahkan serta dipulangkan kembali ke Madinah bersama Surahbil bin Hasanah.
Sehingga alasan yang paling kuat adalah untuk menghibur beliau dan memberikan sosok pengganti yang lebih baik baginya. Serta penghargaan kepada mereka yang hijrah ke Habasyah karena mereka sebelumnya telah mengalami siksaan dan tekanan yang berat di Mekkah.
10. Shofiyyah binti Huyay bin Akhtob RA, dari Bani Israel, ia merupakan tawan perang Khoibar lalu Rasulullah SAW memilihnya dan dimeredekakan serta dinikahinya setelah menaklukan Khoibar tahun 7 Hijriyyah.
Pernakahan tersebut bertujuan untuk menjaga kedudukan beliau sebagai anak dari pemuka kabilah.
11. inti Al-Maimunah Harits RA , saudarinya Ummu Al-Fadhl Lubabah binti Al-Harits. Ia adalah  seorang janda yang sudah berusia lanjut, dinikahi di bulan Dzul Qa?dah tahun 7 Hijrah pada saat melaksanakan Umroh Qadho.
Dari kesemua wanita yang dinikahi Rasulullah SAW, tak satupun dari mereka yang melahirkan anak hasil perkawinan mereka dengan Rasulullah SAW, kecuali Khadijatul Kubra seperti yang disebutkan di atas. Namun Rasulullah SAW pernah memiliki anak laki-laki selain dari Khadijah yaitu dari seorang budak wanita yang bernama Mariah Al-Qibthiyah yang merupakan hadiah dari Muqauqis pembesar Mesir. Anak itu bernama Ibrahim namun meninggal saat masih kecil.
Demikianlah sekelumit data singkat para istri Rasulullah SAW yang mulia, dimana secara khusus Rasulullah SAW diizinkan mengawini mereka dan julah mereka lebih dari 4 orang, batas maksimal poligami dalam Islam.
Dari kesemuanya itu, umumnya Rasulullah SAW menikahi mereka karena pertimbangan kemanusiaan dan kelancaran urusan dakwah

Senin, 27 Mei 2013


Ø  1. MENURUT ABU DARBA’
Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada nabi Muhammad. AlQur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad. NabiMuhammad dan umatnya terpilih untuk menerima Al Qur’an . Dari sekian banyak umat para rasul terdahulu, nabi Muhammad dan umatnya yang terpilih. Yang di maksud umat nabi Muhammad adalah umat sejak NabiMuhammad diutus hingga hari akhir. Dalam menerima Al Qur’an yang merupakan firman Nya, umat Nabi Muhammad terbagi menjadi tiga yaitu :
1.Golongan pertama (zalimun linafshihi / mereka yang mendzalimi diri sendiri) adalah orang-orang yang lebih banyak berbuat kesalahan daripada kebaikannya.  Mereka lebih sering melakukan perbuatan buruk daripada perbuatan baik . Mereka lebih sering meninggalkan perintah Allah daripada menjalankan perintah-Nya. Orang yang termasuk golongan ini menolak Al Qur’an dan memilih jalan hidup yang lain. Mereka tidak mau menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
  2.Golongan kedua (muqtasid / mereka yang pertengahan)
Adalah terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sama dengan keburukan yang di lakukannya. Orang-orang yang termasuk golongan ini menjalankan perintah Allah tetapi juga menjalankan laranganNya. Mereka maumenerima Al Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, tetapi mereka masih banyak melakukan kesalahan.
3.Golongan ketiga (sabiqun bilkhairat / mereka yang terlebih dahulu berbuat kebaikan). terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan. Mereka yang termasuk golongan ini adalah orang-orang yang selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Nya. Mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Mereka tidak pernah mengerjakan apa yang di larang oleh Al Qur’an.Orang-orang yang masuk golongan ini selalu menjalankan perintah-perintah yang hukumnya wajib dan sunnah.Mereka meninggalkan segala sesuatu yang haram hukumnya danmenghindari yang subhat. Allah SWT telah menyediakan surga dengan segala kenikmatannya bagi golongan ini. Ketiga kelompok tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadits tetap masuk surga meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’ bersabda :
Artinya :
“Dari Abu Darba’, dia berkata, “Saya mendengar rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, ‘Kemudian kitab ini kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih diantara hamba-hamba kami, lalu diantara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan adapula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.”
 Adapun orang-orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan, mereka adalah orang-orang yang akan masuk surga tanpa hisab. Orang yang  pertengahan, mereka adalah orang-orang yang akan masuk surga dihisap dengan hisab yang ringan. Orang yang mendzalimi diri sendiri, mereka adalah orang-orang yang dihisab dalam lamanya mahsyar. Kemudian, kerugian mereka itu diganti oleh Allah dengan rahmat-Nya. Maka mereka berkata : ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal karena karunia-Nya. Didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu’.
”(HR. Ahmad No. 20734). Dari hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad tersebut, dapat kita pahami bahwa dhalimun linafsih, muqtasid, dan sabiqun bil-khairat situasinya berbeda-beda pada saat memasuki surga. Kelompok sabiqun bil-khairat akan masuk surga tanpa melalui hisab. Kelompok muqtasid(pertengahan) akan masuk surga dengan melalui proses hisab yang mudah(yasira). Dan kelompok zalimun linafsih (menzalimi dirinya sendiri) akanmasuk surga dengan hisab yang lama dan berat. Mereka harus melalui perhitungan yang tidak ringan. Bahkan, sebagian ulama berpendapat bahwa mereka harus merasakan neraka sebagai balasan amal buruk yang telah mereka kerjakan pada saat hidup di dunia. Namun, mereka tetap masuk surga dengan rahmat Allah SWT. Sebesar apapun dosa seseorang selama dia mempunyai iman walau sebesar atom dalam hatiinya, niscaya Allah akan mengganti dengan rahmat-Nya untuk masuk surga.




Ø  2. MENURUT SEORANG ULAMA’
Kemudian Kitab ini Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, namun di antara mereka ada yang bertindak aniaya terhadap diri sendiri, ada pula di antara mereka yang menengah, dan ada pula di antara mereka yang paling dahulu mengerjakan kebajikan dengan izin Allah Tiga golongan kaum Mukmin:
1. Golongan yang lebih cenderung untuk berbuat kejahatan dari pada berbuat kebajikan.
2. Golongan menengah, yakni mereka yang seimbang kebaikan dengan kejahatannya.
3. Golongan yang cenderung untuk berbuat kebajikan daripada berbuat kejahatan.. Warisan dan pilihan itu merupakan Karunia Besar.
Ø  3. MENURUT SAYID SABIQ
Allah swt mewariskan kitab ( Al Quran ) kepada hamba hambanya yang terpilih untuk diamalkan dan dikerjakan apa yang diperintahkan dan dilarang dalam kitab tersebut. Dalam kenyataanya manusia memiliki berbagai ragam bentuk aktifitas untuk menerima dan mewarisi kitab yang telah Allah wariskan. Ada diantara mereka menanggapi kitab Allah dengan sungguh sungguh dan mengerjakanya dengan amal amal perbuatan baik karena mendapatkan ridho dan izin Allah, adapula yang menerima dengan seenaknya tanpa mau mengerjakan apalagi mentaati isi dan ajaran kitab Allah tersebut sehingga apa yang dilakukanya sesungguhnya seperti menganiaya diri sendiri. Karena manusia yang tidak mau beramal baik sesuai dengan kitab Allah sesungguhnya amal perbuatan itu akan kembali pada dirinya sendiri. Dan yang lebih banyak manusia itu ada di pertengahan yang terkadang taat namun dilain waktu manusia itu melanggar. Kitab Allah ( Al-Quran ) merupakan satu pedoman hidup manusia baik untuk kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan hidup di akhirat. Agar manusia mampu meraih kedua hal tersebut maka manusia dituntut untuk mampu memahami, membaca, dan mengamalkan apa yang terkandung dalam kitab Allah tersebut. Orang Islam mempunyai kewajiban untuk mampu dan dapat membaca Al-quran dengan baik dan benar, memahami arti dan maknanya, serta mengamalkan apa yang ada didalamnya.
Sayid Sabiq dalam kitabnya telah membagi akhlak manusia kedalam tiga tingkatan :
1.Nafsu Amarah, ialah nafsu manusia yang tingkatanya paling rendah dan sangat hina karena senantiasa mengutamakan desakan dan bisikan hawa nafsu yang merupakan godaan syaitan.
2.Nafsu Lawwammah, ialah nafsu yang senantiasa menjaga amal manusia untuk berbuat salih dan berhati hati serta instropeksi terhadap kesalahan kesalahan apabila terperosok kedalam kemungkaran.
3Nafsu Muthmainah, ialah akhlak manusia yang paling tinggi derajatnya karena memiliki ruhani dan jiwa yang tenang, suci, dalam keadaan selalu melakukan kebaikan kebaikan dan beramal shalih.
(1) Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada nabi Muhammad.Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad . Nabi Muhammad dan umatnya terpilih untuk menerima Al Qur’an . Dari sekian banyak umat para rasul terdahulu, nabi Muhammad dan umatnya yang terpilih.Yang di maksud umat nabi Muhammad adalah umat sejak Nabi Muhammad diutus hingga hari akhir.Dalam menerima Al Qur’an yang merupakan firman Nya , umat Nabi Muhammad terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Zalimun linafsihi ( mereka yang mendzalimi diri sendiri )
Golongan pertama (zalimun linafshihi) adalah orang-orang yang lebih banyakBerbuat kesalahan daripada kebaikannya . mereka lebih sering melakukan perbuatan buruk daripada perbuatan baik . Mereka lebih sering meninggalkan perintah Allah daripada menjalankan perintah Nya. Orang yang termasuk golongan ini menolak Al Qur’an dan memilih jalan hidup yang lain. Mereka tidak mau menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
2. Muqtasid ( mereka yang pertengahan )
Golongan kedua (muqtasid) adalah terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sama dengan keburukan yang di lakukannya. Orang-orang yang termasuk golongan ini menjalankan perintah Allah tetapi juga menjalankan laranganNya.Mereka mau menerima Al Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, tetapi mereka masih banyak melakukan kesalahan.
3. Sabiqun bilkhairat ( mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan )
Golongan ketiga (sabiqun bilkhairat) terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan. Mereka yang termasuk golongan ini adalah orang-orang yang selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Nya. Mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Mereka tidak pernah mengerjakan apa yang di larang oleh Al Qur’an.Orang-orang yang masuk golongan ini selalu menjalankan perintah-perintah yang hukumnya wajib dan sunnah. Mereka menin ggalkan segala sesuatu yang haram hukumnya dan menghindari yang subhat.Allah SWT telah menyediakan surga dengan segala kenikmatannya bagi golongan ini.Orang-orang yang termasuk golongan ketiga ini merupakan golongan yang mendapat karunia yang terbesar,selain itu juga mereka termasuk orang-orang yang beruntung karena menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan menjalankan apa yang diperintahkannya. Mereka melakukan perbuatannya dengan ikhlas karena Allah.Kelak Allah akan membalas segala perbuatannya.
(2) Orang-orang yang mampu mengatasi masalah dengan baik hanyalah orang yang bersandar pada kitab (hukum, ketentuan, atau ilmu pengetahuan) dari Allah SWT. Islam agar kita berusaha keras dalam menuntut ilmu pengetahuan dan hal itu sekaligus menjadi kita selama hidup. Menuntut ilmu pengetahuan harus di sertai pula dengan keimanan yang kuat agar mencapai derajat yang tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah menempatkan orang-orang yang beriman, berilmu dan beramal shaleh sesuai dengan ilmunya padaderajat yang paling tinggi. Allah SWT Pasti meninggikan derajat orang-orang yang dalam dirinya yang dalam dirinya terdapat tiga hal, yaitu kaimanan, ilmu pengetahuan, dan amal shaleh.
Sebelum kehadiran islam, peluang menimba umum bukanlah sesuatu yang umum. Tidak semua orang diberikan hak untuk menuntut ilmu, kecuali merupakan monopoli kelompok-kelompok tertentu, seperti kalangan pemerintah, aristocrat, keluarga-keluarga ternama, dan keluarga-keluarga kerajaan.
Seseorang akan dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat apabila menguasai ilmunya. Landasan kehidupan yang paling utama adalah iman dan pengiringnya adalah Ilmu. Iman yang tak di sertai Ilmu dapat membawa perilaku seseorang kepada hal-hal yang menyimpang dari aturan Illahi.Contohnya, Ilmu Manusia tentang tenaga atom. Alangkah bergunanya Ilmu itu apabila disertai Iman yang sempurna karena hasilnya akan membawa manfaat yang besar bagi seluruh manusia. Dan apabila tidak di iringi oleh iman, ilmu tersebut dapat dipergunakan untuk memusnahkan manusia karena jiwanya tidak dikontrol oleh iman.
Intinya isi kandungan surat Fatir ayat 32 adalah upaya-upaya memahami hal-hal sbb.
a) kitab al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa
b) ada sebahagian orang yang tidak mau memiliki kemampuan untuk membaca, memahami dan melaksanakan isi kandungan al-Qur’an sehingga mereka termasuk orang yang menganiaya pada diri mereka sendiri.
c) bagi orang yang banyak berbuat kebajikan, maka ia akan dimasukkan ke Sorga Adn yaitu sorga yang penuh dengan kenikmatan
Ø  4. MENURUT IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR AS
Yang dimaksud dengan "hamba-hamba yang dipilih, yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah, dan para pewaris Al-Kitab " adalah para imam dari Ahlul Bayt a.s., merekalah orang-orang yang mendapat karunia yang amat besar. Yang dimaksud dengan "hamba-hamba yang berada pada pertengahan" adalah mereka yang mengenal para imam a.s. dan "hamba-hamba yang menganiaya diri mereka sendiri" adalah orang-orang yang tidak mengenal para imam a.s.
Ketika menafsirkan ayat tersebut Imam Muhammad Al-Baqir a.s. berkata: "orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan adalah imam, orang yang berada pada pertengahan adalah orang yang mengenalnya, orang yang menzalimi dirinya sendiri adalah orang yang tidak mengenalnya".
Ø  5. MENURUT SEBAGIAN ULAMA”
Dalam ayat ini Allah membagi tingkatan seorang hamba itu menjadi 3 tingkatan:
1.Menganiaya diri mereka sendiri
Menganiaya diri mereka sendiri adalah seorang hamba yang bermaksiat kepada tuhannya,meninggalkan apa yang Allah perintahkan atau mengerjakan apa yang dilarang Allah swt.hamba ini sangat sedikit sekali untuk mencapai kebaikan untuk akhiratnya, yang mana dengan kebaikan ini dia bisa mendapatkan keselamatan.akan tetapi bukan kebaikan yang bertambah malahan keburukan yang terus bertambah dari apa yang dia lakukan.manusia ini adalah seorang muslim tapi dia tidak meningkatkan amal sholehnya bahkan amal keburukannnya lebih berat dari pada amal kebaikannya.Allah mengatakan dalam firmannya: “Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, Maka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami”.(Al-`araf ayat 9)
Manusia dalam tingkatan ini dibagi menjadi 3 kategori:                                     A.Dzolim terhadap diri mereka sendiri dengan mengikuti syahwatnya dan tidak ta`at kepada Allah.                                                                                       B.Dzolim terhadap saudaranya yang lain dan tidak memberikan hak-hak mereka.                                                                                                                    C.Dzolim kepada tuhannya dengan sedikit sekali beribadah kepadaNYA.
Semua golongan ini akan masuk surga pada akhirnya karena mereka hanya bermaksiat kepada Allah dan bertauhid kepada Allah. meskipun mereka terlebih dahulu dilemparkan kedalam neraka untuk membersihkan kotoran-kotoran yang melekat dalam diri mereka, kemudian baru dimasukan kedalam surga Allah.Wallahu`alam. Adapun apabila mereka dzolim terhadap diri mereka sendiri dan kepada Allah dengan sedikit beribadah kepadanya, Allah akan mengampuni mereka apabila mereka bertaubat kepada Allah.sedangkan dzolim terhadap sesama saudaranya dan tidak memberikan hak-hak mereka,tidak cukup bertaubat kepada Allah saja akan tetapi hendaklah hamba ini meminta keridhoan dan meminta ma`af kepada saudara yang dia sakiti.apabila hal ini tidak dia lakukan maka kebaikan nya pada hari kiamat akan berpindah kepada saudara yang dia sakiti atau kepada saudara yang dia ambil hak-hak mereka.
2. Pertengahan (kebaikan dan keburukannya sama)
Pertengahan ialah orang-orang yang kebaikannya berbanding dengan kesalahannya. Adapun contoh manusia ini adalah mereka melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepadanya baik itu sholat fardhu diawal waktu,zakat,shaum,haji akan tetapi mereka tidak melakukan amalan sunnah dari ibadah-ibadah serta dzikir-dzikir dan amalan-amalan sunnah yang menguntungkan baginya,ketika tiba waktu-waktu yang Allah perintahkan kepadanya, dia melakukan keta`atan itu dan tidak meninggalkan hak-hak Allah, dan tidak juga mendzolimi saudaranya dan mengambil hak mereka. kemudian dia pun pergi untuk mencari rezki yang telah dihalalkan oleh Allah baginya,kemudian kembali dari mencari rezki itu, dan melakukan amalan-amalan yang Allah perintahkan kepadanya. tetapi dia tidak melakukan amalan-amalan sunnah yang meningkatkan keimanannnya kepada Allah.manusia golongan ini termasuk golongan yang baik.Allah mengatakan dalam firmannya:
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira”.
3. Berlomba-lomba dalam kebaikan
Manusia golongan ini adalah mereka yang mendekatkan diri kepada Allah baik mengerjakan fardhuNya dan sunnahNya,meninggalkan apa yang diharamkan oleh Allah,dan hal-hal yang dimakruhkan oleh Allah,mereka juga banyak dalam beramal sholeh,mereka mendengarkan firman-firman Allah dan mengikuti kebaikan yang ada didalamnya,mereka mengetahui Allah dengan hati mereka dan menyaksikan dengan gaib ruh-ruh mereka dengan menyembunyikan rahasia-rahasia yang ada pada mereka dan mengisi hati mereka dengan kecintaan kepada Allah dan terus-terus berdzikir kepada Allah,dan melupakan apa yang selain Allah,Allah mengatakan dalam firmannya:
فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ
“Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan”.(Al-waqi`ah ayat 89).
Manusia golongan ini disebut juga dengan golongan muqarrobin.mereka menghidupkan sunnah Rasulullah, Rasulullah mengatakan dalam sabdanya:”Barang siapa yang menghidupkan sunnahku sugguh telah menghidupkan aku dan barang siapa yang menghidupkan aku sugguh dia bersamaku didalam surga”.(HR.Muslim).adapun yang paling jelas manusia yang menempuh jalan para muqarrabin dimulai dari awal sampai akhirnya, dari hadits qudsi yang mana Rasulullah saw bersabda: “Dari Abu Hurairah radhiAllohu ‘anhu ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Alloh telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi Waliku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya”.(HR.Bukhari).
BAB 3.
PENAFSIRAN AL QUR’AN SURAT AL FATHIR AYAT: 32
A.   Tafsir Jalalain
35:32
{ ثم أورثنا } أعطينا { الكتاب } القرآن { الذين اصطفينا من عبادنا } وهم أمتك { فمنهم ظالم لنفسه } بالتقصير في العمل به { ومنهم مقتصد } يعمل به أغلب الأوقات { ومنهم سابق بالخيرات } يضم إلى العلم التعليم والإرشاد إلى العمل { بإذن الله } بإرادته { ذلك } أي إيراثهم الكتاب { هو الفضل الكبير }
TAFSIR:
“{Kemudian diwariskanmemberikan {buku} Quran {yang Astafana salah satu darikami} adalah bangsa Anda {Beberapa tidak adil pada dirinya sendirikelalaian di tempat kerja dengan {termasuk hematmempekerjakan sebagian besar waktu {termasuk yang mantan}mencakup ilmu pendidikan dan bimbingan untuk bekerja {Insya Allah} kehendak-Nya {ini}{buku Aarathm adalah jasa besar}.”

3 perilaku manusia t'hadap al-qur'an

Kitab Allah ( Al-Quran ) merupakan satu pedoman hidup manusia baik untuk kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan hidup di akhirat. Agar manusia mampu meraih kedua hal tersebut maka manusia dituntut untuk mampu memahami, membaca, dan mengamalkan apa yang terkandung dalam kitab Allah tersebut. Orang Islam mempunyai kewajiban untuk mampu dan dapat membaca Al-quran dengan baik dan benar, memahami arti dan maknanya, serta mengamalkan apa yang ada didalamnya.

Sayid Sabiq dalam kitabnya telah membagi akhlak manusia kedalam tiga tingkatan :

1.Nafsu Amarah, ialah nafsu manusia yang tingkatanya paling rendah dan sangat hina karena senantiasa mengutamakan desakan dan bisikan hawa nafsu yang merupakan godaan syaitan.
2.Nafsu Lawwammah, ialah nafsu yang senantiasa menjaga amal manusia untuk berbuat salih dan berhati hati serta instropeksi terhadap kesalahan kesalahan apabila terperosok kedalam kemungkaran.
3Nafsu Muthmainah, ialah akhlak manusia yang paling tinggi derajatnya karena memiliki ruhani dan jiwa yang tenang, suci, dalam keadaan selalu melakukan kebaikan kebaikan dan beramal shalih. (1)

Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada nabi Muhammad.Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad . Nabi Muhammad dan umatnya terpilih untuk menerima Al Qur’an . Dari sekian banyak umat para rasul terdahulu, nabi Muhammad dan umatnya yang terpilih.Yang di maksud umat nabi Muhammad adalah umat sejak Nabi Muhammad diutus hingga hari akhir.Dalam menerima Al Qur’an yang merupakan firman Nya , umat Nabi Muhammad terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Zalimun linafsihi ( mereka yang mendzalimi diri sendiri )
Golongan pertama (zalimun linafshihi) adalah orang-orang yang lebih banyakBerbuat kesalahan daripada kebaikannya . mereka lebih sering melakukan perbuatan buruk daripada perbuatan baik . Mereka lebih sering meninggalkan perintah Allah daripada menjalankan perintah Nya. Orang yang termasuk golongan ini menolak Al Qur’an dan memilih jalan hidup yang lain. Mereka tidak mau menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.2. Muqtasid ( mereka yang pertengahan )
Golongan kedua (muqtasid) adalah terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sama dengan keburukan yang di lakukannya. Orang-orang yang termasuk golongan ini menjalankan perintah Allah tetapi juga menjalankan laranganNya.Mereka mau menerima Al Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, tetapi mereka masih banyak melakukan kesalahan.3. Sabiqun bilkhairat ( mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan )
Golongan ketiga (sabiqun bilkhairat) terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan. Mereka yang termasuk golongan ini adalah orang-orang yang selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Nya. Mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Mereka tidak pernah mengerjakan apa yang di larang oleh Al Qur’an.Orang-orang yang masuk golongan ini selalu menjalankan perintah-perintah yang hukumnya wajib dan sunnah. Mereka menin ggalkan segala sesuatu yang haram hukumnya dan menghindari yang subhat.Allah SWT telah menyediakan surga dengan segala kenikmatannya bagi golongan ini.
Orang-orang yang termasuk golongan ketiga ini merupakan golongan yang mendapat karunia yang terbesar,selain itu juga mereka termasuk orang-orang yang beruntung karena menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan menjalankan apa yang di perintahkannya.Mereka melakukan perbuatannya dengan ikhlas karena Allah.Kelak Allah akan membalas segala perbuatannya. (2)

Orang-orang yang mampu mengatasi masalah dengan baik hanyalah orang yang bersandar pada kitab (hukum, ketentuan, atau ilmu pengetahuan) dari Allah SWT.
Islam agar kita berusaha keras dalam menuntut ilmu pengetahuan dan hal itu sekaligus menjadi kita selama hidup. Menuntut ilmu pengetahuan harus di sertai pula dengan keimanan yang kuat agar mencapai derajat yang tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah menempatkan orang-orang yang beriman, berilmu dan beramal shaleh sesuai dengan ilmunya padaderajat yang paling tinggi. Allah SWT Pasti meninggikan derajat orang-orang yang dalam dirinya yang dalam dirinya terdapat tiga hal, yaitu kaimanan, ilmu pengetahuan, dan amal shaleh.
Sebelum kehadiran islam, peluang menimba umum bukanlah sesuatu yang umum. Tidak semua orang diberikan hak untuk menuntut ilmu, kecuali merupakan monopoli kelompok-kelompok tertentu, seperti kalangan pemerintah, aristocrat, keluarga-keluarga ternama, dan keluarga-keluarga kerajaan.
Seseorang akan dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat apabila menguasai ilmunya. Landasan kehidupan yang paling utama adalah iman dan pengiringnya adalah Ilmu. Iman yang tak di sertai Ilmu dapat membawa perilaku seseorang kepada hal-hal yang menyimpang dari aturan Illahi.Contohnya, Ilmu Manusia tentang tenaga atom. Alangkah bergunanya Ilmu itu apabila disertai Iman yang sempurna karena hasilnya akan membawa manfaat yang besar bagi seluruh manusia. Dan apabila tidak di iringi oleh iman, ilmu tersebut dapat dipergunakan untuk memusnahkan manusia karena jiwanya tidak dikontrol oleh iman.
Intinya isi kandungan surat Fatir ayat 32 adalah upaya-upaya memahami hal-hal sbb.
a) kitab al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa
b) ada sebahagian orang yang tidak mau memiliki kemampuan untuk membaca, memahami dan melaksanakan isi kandungan al-Qur’an sehingga mereka termasuk orang yang menganiaya pada diri mereka sendiri.
c) bagi orang yang banyak berbuat kebajikan, maka ia akan dimasukkan ke Sorga Adn yaitu sorga yang penuh dengan kenikmatan

C. penerapan sikap dan prilaku

1. membuat target dalam sehari untuk melakukan kebaikan sebanyak mungkin
2. menghindari dikap ceroboh atau melakukan kasalahan yang sama berulangkali.
3. menyerahkan hasil akhir penilaian itu hanya kepada Allah SWT.
4. bercermin dari kemajuan atau prestasi orang lain.
5. mencari sisi positif dari tokoh atau sosok yang berprestasi positif untuk di teladani.
6. suka melakukan introspeksi diri dan tidak jemu belajar memperbaiki diri.
7. berkerja semaksimal mungkin demi mendapatkan manfaat bersama.
8. bersaing secara sehat dalam hal-hal yang sifatnya baik atau positif.
9. yakin bahwa Allah tidak melewatkan penilaian amal kebaikan kita sedikitpun.
10. rajin belajar dan bertanya apabial mendapat kesulitan atau belum memahami.
11. menghormati dan menghargai orang yang banyak memiliki ilmu pengetahuan.
12. tidak memandang kemuliaan orang lain dari sisi banyaknya harta yang dimiliki.
13. melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya di segala kesempatan.
14. menaati perintah Rasulullah SAW. dan menjauhi apa yang dilarangnya.
15. Rajin menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu yang telah di peroleh.
16. senantiasa berdo’a kepada Allah agar diberi kemudahan dalam menuntut ilmu.
17. menghormati orang tua dan guru maupun para ulama (orang yang berilmu) (3)

Nilai amal shaeh sangat erat kaitannya dengan iman. Amal yang tidak idasari dengan iman (bukan karena Allah) tidak dapat memberikan pahala kpada kita walaupun sebesar langit dan bumi sehingga amalan yang ita lakukan tidak akan mendapat nilai di sisi Allah. Al Qur’an dalam hal ini antara lin menyatakan sebagai berikut.
orang yang mati dalam kekafiran (tidak bertobat) tidak akan diterima amalannya
orang-orang yang musyrik akan dihapus amalannya
amal perbuatan orang kafir akan sia-sia
orang kafir akan ditimpakan siksa di dunia dan di akhirat
orang kafir dan musyrik akan dimasukkan ke dalam neraka
orang yang tidak beriman kepada akhirat hanya mendapatkan kehidupan di dunia saja. (4)
Surat ini adalah surat ke 35 dalam Al Qur’an yang berisikan 45 ayat. Tergolong surat makiyah maka isi ayat ini lebih kepada menerangkan tentang tingkatan-tingkatan seorang muslim dalam mengamalkan kitab (Al Qur’an). Di ayat ini disebutkan tiga golongan yang menerima kitab.
Nilai amal shlaeh sangat erat kaitannya dengan iman. Amal yang tidak idasari dengan iman (bukan karena Allah) tidak dapat memberikan pahala kpada kita walaupun sebesar langit dan bumi sehingga amalan yang ita lakukan tidak akan mendapat nilai di sisi Allah. Al Qur’an dalam hal ini antara lin menyatakan sebagai berikut.
· orang yang mati dalam kekafiran (tidak bertobat) tidak akan diterima amalannya
· orang-orang yang musyrik akan dihapus amalannya amal perbuatan orang kafir akan sia-sia
· orang kafir akan ditimpakan siksa di dunia dan di akhirat
· orang kafir dan musyrik akan dimasukkan ke dalam neraka
· orang yang tidak beriman kepada akhirat hanya mendapatkan kehidupan di dunia saja. (5)

Sabtu, 25 Mei 2013

khuzaifah hanum

Sikap Manusia Terhadap al-Qur’an

from:http://hanumisme.wordpress.com/2012/11/07/sikap-manusia-terhadap-al-quran/


1. Ada tiga golongan manusia (dengan sikapnya masing-masing) dalam menerima #Quran.
2. Golongan pertama adalah zhalimun li nafs, yaitu golongan manusia yang mendzhalimi dirinya sendiri #Quran
3. Golongan pertama ini sikapnya selalu menolak apa yang diperintahkan #Quran. Mereka selalu mencari alasan untuk tidak menjalaninya.
4. Golongan pertama ini adalah orang2 yang hatinya sudah tertutup (kufr) dari cahaya #Quran. Mereka pun memusuhi orang2 beriman.
5. Dalam lintasan sejarah, golongan zhalimun li nafs ini hadir dalam sosok2 Fir’aun, Namrudz, bangsa Sodom, dll. #Quran
6. Mereka menolak kebenaran #Quran, karena ada kesombongan di dalam hatinya. Kakek-moyang mereka adalah iblis.
7. Banyak diantara mereka sadar bahwa #Quran adalah petunjuk kebenaran, namun karena arogan, mereka justru menzhalimi diri mereka sendiri.
8. #Quran memerintahkan untuk berzakat, mereka pelit. Dilarang riba, mereka memakannya. Disuruh menikah, mereka berzina. Astaghfirullah.
9. Perintah berjilbab dalam #Quran, mereka bilang itu sekedar budaya. Bahkan mereka membiarkan pornografi & pornoaksi.
10. Itulah mereka, golongan zhalimun li nafs, yg senantiasa menolak #Quran, padahal mereka menyadarinya. Merekalah kaum maghdub (dimurkai).
11. Ada juga dari kaum zhalimun li nafs ini yang tidak sadar akan kebodohannya. Mereka mengikuti leluhur mereka, yg bertentangan dgn #Quran
12. Mereka mengikuti begitu saja perkataan rahib2 dan pendeta2 mereka, seakan mereka lebih benar dari #Quran.
13. Mereka tersesat dari jalan yang lurus, padahal kitab (#Quran) berada bersama mereka, perumamaannya seperti hewan ternak.
14. Golongan kedua adalah kelompok muktasib, yaitu orang2 yg santai terhadap seruan #Quran.
15. Kaum muktasib ini sadar bahwa #Quran ini adalah petunjuk keselamatan, namun karena tidak ada keuntungan yang nyata, mereka lalai.
16. Begitu mereka mendapatkan karunia, mereka berkata: tuhan telah memuliakan aku. #Quran 89: 15
17. Begitu karunia itu dicabut darinya, mereka berkata: Tuhan telah menghinakan aku.. #Quran 89: 16
18. Keimanan mereka akan #Quran sangat dangkal, terlebih amal mereka yang kadang tidak ikhlas. Semoga kita terhindar dari sifat ini.
19. Golongan ketiga adalah sabiqun bil khayraat, bersungguh-sungguh terhadap perintah #Quran. Golongan inilah yang akan beruntung.
20. Golongan ini senantiasa menyegerakan apa yang Allah perintahkan. Mereka sangat yakin dan bersungguh-sungguh dengan seruan #Quran.
21. Saat perintah #Quran u menutup aurat turun, para wanita muslimah berbondong2 pulang mencari bahan kain apa saja sebagai jilbab [..]
[..] Bahkan mulai dari kain pakaian hingga tirai kain jendela mereka gunakan sebagai jilbab dan hijab bagi diri mereka.
22. Merekalah yg pertama2 menyatakan keimanan dan keislaman dalam hati, lisan, dan amal perbuatannya, kongruen. #Quran
23. Mereka khusyu’ dalam shalatnya; terjaga dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia; pun senantiasa menunaikan zakatnya #Quran 23: 2-4
24. Mereka memilih menikah, dan menjauhi zina. Pun saat belum siap, mereka berpuasa sebagai tameng diri dan hati. #Quran
25. Mereka juga adalah orang2 yg profesional, bekerja penuh dengan tanggung jawab atas amanah yg dipercayakan kepadanya. #Quran 23: 8
26. Merekalah yang akan mewarisi kekuasaan di dunia, sebagaimana orang2 sebelum mereka dan juga surga firdaus #Quran 24: 55 & 23: 11

Jumat, 26 April 2013

bngung

emang susah untuk melupakan orang yg paling di sayangi
setiap aq m'coba u/ acuh k dia,hatiq smakin t'luka
bagaimana tdak dia sngat dkat ma aq
dia yg slalu m'mahamiq
dia tman curhatq
tp cma da kesalahan s'dikit ja
aq lngsung acuh k dia
mungkin dia sakit hati k aq
gara" kelakuanq tu
maaf ya kak...........dia dah aq anggep kya kakaq sndiri

Translate